Monday, September 25, 2017

Excavator (Hydraulic Excavator)


Excavator adalah alat berat untuk pekerjaan konstruksi yang berfungsi menggaruk dan mengangkat tanah atau material lain yang terletak dibawah atau didepan alat. Alat tersebut berupa mesin yang dapat berputar dan dapat berjalan diatas sepasang roda berantai. Mesin tersebut mempunyai lengan hidrolik yang dapat mengayunkan keranjang (bucket) untuk menggaruk dan mengangkat material atau tanah,


Tanah atau material digaruk dan diangkat menggunakan lengan excavator untuk dipindahkan ke lokasi lain atau dinaikan ke alat angkut seperti dump truck. Alat ini sangat umum dipergunakan pada proyek konstruksi bangunan gedung, jalan, jembatan atau bendungan, gterutama untuk menggali tahah atau memindahkan batuan. Selain pada proyek kontruksi, excavator juga umum dipergunakan pada proyek pertambangan.

sumber gambar : https://www.alibaba.com/product-detail/Hitachi-Excavator-Parts_50017269003.html

Wednesday, September 20, 2017

Driven Pile (Tiang Pancang)

Driven Pile (Tiang Pancang) adalah tiang berbentuk seperti batang paku yang terbuat dari beton ataupun baja. Bentuk tiang bisa bulat atau kotak.Tiang tersebut dipergunakan untuk membuat pondasi bangunan yang mampu menahan beban bangunan struktur diatasnya. Tiang dipancangkan atau ditanamkan ke dalam tanah dengan menggunakan mesin palu pemancang (Pile Hammer).

Tiang pancang digunakan sebagai pondasi apabila beban bangunan cukup berat, atau apabila tanah permukaan terlalu lunak sehingga tidak cukup kuat menyangga bangunan. Tiang dipancangkan sampai ujungnya mencapai lapisan tanah keras yang mampu menahan berat bangunan.  Beberapa bangunan yang menggunakan tiang pancang misalnya : gedung tinggi, jembatan dan jalan raya.

Umumnya beberapa tiang ditanamkan secara berdekatan dan membentuk satu grup atau kesatuan yang dapat memberikan daya dukung pada bangunan.

sumber gambar : http://www.understandconstruction.com

Monday, January 11, 2016

Concrete Pavement (Rigid Pavement)

CONCRETE PAVEMENT atau Perkerasan Beton adalah perkerasan jalan dengan bahan utama menggunakan campuran beton semen. Karena menggunakan material beton semen yang terdiri dari campuran pecahan batu dan semen portland, maka perkerasan ini bersifat kaku sehingga digolongkan dalam jenis perkerasan kaku (rigid pavement).

Perkerasan beton dibuat dengan tanpa baja tulangan di dalamnya. Apabila diperlukan untuk menahan beban yang lebih besar, perkerasan beton dapat diberi anyaman baja (steel wire mesh).

Umumnya perkerasan beton dibuat dengan membaginya pada segmen2 kotak. Setiap segmen kotak dihubungkan dengan tulangan baja untuk mengikat menjadi satu kesatuan. Tulangan baja pada ikatan arah arah melintang (transverse joint) disebut dowel bar. Sedangkan tulangan arah memanjang (longitudinal joint) disebut tie bar. Masing-masing kotak menjadi terpisah karena dipotong/digergaji. Tujuan pemisahan tersebut untuk mengantisipasi muai/susut sehingga dapat mencegah retak perkerasan.

Untuk menambah kekesatan permukaan perkerasan beton agar tidak licin dilalui kendaraan, maka dapat permukaan dapat diberi tekstur arah melintang atau memanjang.

(gambar http://wsdot.wa.gov)

Saturday, July 18, 2009

Computer Aided Design (CAD)

Computer Aided Design adalah sistem komputer yang dilengkapi perangkat lunak atau program untuk membuat suatu desain rekayasa teknik.

Rekayasa teknik dengan berbagai bidang dapat dibuat lebih mudah dan cepat menggunakan CAD. Misalnya: bangunan, jalan, jembatan, mesin dan elektronika.

Selain lebih mudah dan cepat, pengalaman penggunaan pada desain jalan tol menunjukan CAD juga mampu menghitung volume pekerjaan seperti galian dan timbunan dari gambar secara otomatis.

Salah satu program CAD yang populer di Indonesia adalah AutoCAD.


(gambar http://www.singularch.de)

Batching Plant

Batching Plant atau nama lengkapnya Concrete Batching Plant adalah suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk memproduksi material campuran antara semen dengan material agregat batu dan pasir yang disebut beton.

Proyek-proyek pembangunan jalan tol, khususnya untuk proyek yang menggunakan beton mutu (kekuatan) tinggi, mensyaratkan kontraktor menggunakan batching plant untuk produksi beton yang digunakan pada bangunan struktur dan perkerasan beton semen.

Penggunaan batching plant dimaksudkan untuk memproduksi material beton dengan jumlah yang besar dan kecepatan produksi tinggi, namun mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen).

Ukuran kapasitas alat adalah satuan kecepatan produksi dalam meter kubik perjam. Agar batching plant dapat berproduksi sesuai kapasitasnya, harus didukung dengan kecepatan pasokan material dan jumlah truk pengangkut (Mixer Truck atau Agitator Truck) secara berimbang.

(gambar http://http://www.shuion.com)